Terik, Lelah, dan Puasa Seorang Bocah
Catatan Kelima belas Puasa Dua hari ini cuaca begitu cerah. Matahari menyengat dengan terik yang terasa hingga ke kulit. Panasnya berbeda sekali dengan hari-har...
Catatan Kelima belas Puasa Dua hari ini cuaca begitu cerah. Matahari menyengat dengan terik yang terasa hingga ke kulit. Panasnya berbeda sekali dengan hari-har...
Catatan membersamai, bukan sekadar mengantar. Selain mendampingi istri, saya juga menyimpan satu tujuan kecil yang sejak pagi sudah membuat hati berdebar: mampir ke toko ...
Catatan Ketigabelas Puasa Bakda Subuh tadi, sambil menyeruput teh hangat, Akak ngaji online bersama KH. Ahmad Asnawi, Pengasuh Ponpes Darun Na'im - Padurenan Gebog Kudus. Temanya s...
Catatan Keduabelas PuasaDalam dunia parenting hari ini, kita sering mendengar satu kalimat tegas: “Orang tua harus adil kepada semua anak.” Benar. Islam memang memerintahkan keadi...
Catatan Kesebelas PuasaLangit Laraswangi masih gelap ketika ayam jago mulai berkokok bersahutan. Udara dingin menyusup lewat celah jendela. Seusai Subuh, sebagian orang k...
Catatan Kesepuluh PuasaRamadhan selalu menjadi bulan yang istimewa. Hari-harinya berjalan penuh makna, berbeda dari hari-hari biasa. Malam-malamnya diisi dengan beragam ibadah, bai...
Catatan Kesembilan Puasa Sore ini hujan lebat mengguyur dusun kami. Butiran air jatuh deras di atas genting, seakan mengulang kembali percakapan hangat yang tadi malam&nb...
Catatan Hari Kedelapan PuasaPagi itu, selepas tilawah, suasana masih sunyi. Embun belum sepenuhnya menguap. Dalam hening yang lembut, saya menyimak online Kang Hasyim di&...
Catatan Hari Ketujuh PuasaSejak malam pertama tarawih Ramadhan, ada pemandangan yang selalu menghangatkan hati di Masjid Nurul Islam, Bulu مُرُوا بِالصَّلاَةِ أَبْنَ...
Catatan Hari Kelima Puasa. Biasanya, di titik ini tubuh mulai benar-benar sadar: ini bukan sekadar menunda makan. Lapar tidak lagi mengejutkan. Ia datang seperti tamu rutin se...