Nuzulul Qur’an: Saatnya Umat Kembali kepada Al-Qur’an

Khutbah Jumatاَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ الْقُرْآنَ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ، نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَنَشْكُرُهُ عَلَى نِعْمَةِ الْإِيمَانِ وَالْإِسْلَامِ.و...

Nuzulul Qur’an: Saatnya Umat Kembali kepada Al-Qur’an

Khutbah Jumat

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ الْقُرْآنَ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ، نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَنَشْكُرُهُ عَلَى نِعْمَةِ الْإِيمَانِ وَالْإِسْلَامِ.

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، تَعْظِيمًا لِشَأْنِهِ.

وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الَّذِي بَلَّغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى الْأَمَانَةَ وَنَصَحَ الْأُمَّةَ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ،

فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,

Kula Wasiat khusus kagem pribadi ugi kadem sedaya para Jamaah. Mangga sami meningkatkan iman lan taqwa dumateng Allah swt. kanti nindakake sedaya perintah lan berusaha meninggalkan larangan. Sebab, kanti takwa, kita bakal pikantuk kabekjan wonten ing dunya lan akhirat. Aamin.

Alhamdulillah, saat menika kita wonten ing hari ke-16, Wulan Ramadhan. Mangke dalu, kita melebet hari ke-17. Bertepatan kalian malam Nuzul Qur’an. Malam diturunkannya Al-qur’an

Wonten ing wulan Ramadhan menika-lah Al-Qur’an pertama kali diturunkan.

Allah Swt. berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan tentang petunjuk serta pembeda antara yang benar dan yang batil.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Peristiwa Nuzulul Qur’an Mboten namung peristiwa sejarah, tetapi awal perubahan besar kagem umat manusia. Saking kegelapan menuju cahaya.

Allah berfirman:

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ

“Ini adalah kitab yang Kami turunkan kepadamu agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya.” (QS. Ibrahim: 1)

 

Al-Qur’an Petunjuk Kehidupan

Jamaah yang dirahmati Allah,

Al-Qur’an mboten sekadar kitab kangge diwaos saat Ramadhan, tetapi pedoman hidup sepanjang zaman.

Rasulullah ﷺ bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

 

“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Para sahabat memahami bahwa kemuliaan umat ini bergantung pada Al-Qur’an.

Sayyidina Umar bin Khattab رضي الله عنه berkata:

إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

“Sesungguhnya Allah meninggikan suatu kaum dengan kitab ini (Al-Qur’an) dan merendahkan kaum yang lain dengannya.” (HR. Muslim)

Artinya, ketika umat dekat dengan Al-Qur’an mereka dimuliakan, dan ketika meninggalkannya mereka akan terhina.

 

Bahaya Menjauh dari Al-Qur’an

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Hari ini kita menyaksikan banyak umat Islam pandai membaca Al-Qur’an tetapi sedikit yang mengamalkannya.

Padahal Rasulullah ﷺ telah mengingatkan dalam firman Allah:

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang ditinggalkan.” (QS. Al-Furqan: 30)

Para ulama menjelaskan bahwa meninggalkan Al-Qur’an bisa dalam beberapa bentuk:

  1. tidak membacanya 
  2. tidak memahaminya
  3. tidak mengamalkannya
  4. tidak menjadikannya hukum dalam kehidupan

 

Saatnya Umat Kembali kepada Al-Qur’an

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Momentum Nuzulul Qur’an di bulan Ramadhan seharusnya menjadi pengingat bagi kita untuk kembali kepada Al-Qur’an:

  1. Memperbanyak membacanya
  2. Mempelajari tafsirnya
  3. Mengamalkan ajarannya
  4. Mendidik keluarga dengan Al-Qur’an

Seorang ulama besar, Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه berkata:

مَنْ أَرَادَ الْعِلْمَ فَلْيُثَوِّرِ الْقُرْآنَ

“Barang siapa ingin ilmu, maka hendaklah ia mendalami Al-Qur’an.”

Karena itu, jika kita ingin:

kehidupan yang penuh berkah, keluarga yang Sakinah, masyarakat yang adil

maka kuncinya adalah kembali kepada Al-Qur’an.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat hidup kita.

Rasulullah ﷺ bersabda:

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

 

“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat memberi syafaat kepada para pembacanya.” (HR. Muslim)

Semoga kita termasuk tiang engkang:

a.     mencintai Al-Qur’an

b.    menghidupkan Al-Qur’an

c.     dan dikumpulkan bersama أهل القرآن.

 

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Keterangan:
Dibaca di Masjid Baitul Mustaqim Dusun Kedungsari
Pada Jum'at Pahing 07 Maret 2026 

Laraswangi
Laraswangi

Penulis dan jurnalis di Laraswangi. Meliput berbagai isu aktual dan memberikan laporan mendalam untuk pembaca setia kami.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

* Email Anda tidak akan dipublikasikan. Komentar akan ditampilkan setelah moderasi.